Usaha Mulai Jalan, Jaga Jarak Mutlak Diterapkan

Sejumlah angkringan di kunjungi anggota Tim Gugus Tugas Covid19 Tingkat Kecamatan Depok. Didapati para pembeli belum menerapkan physical distancing atau jaga jarak. Hal tersebut wajar karena memang desain angkringan yang banyak dijumpai berukuran kecil. Meskipun beberapa sudah berinovasi dengan model kafe. Hal tersebut terungkap saat tim melakukan monitoring dan evaluasi angkringan di tengah pandemi covid, 23-25 Juni 2020.

Masa pandemi Covid-19 yang berkelanjutan memaksa kita untuk mensikapi realitas sekarang ini. Pemerintah sudah menggaungkan kita akan memasuki era New-Normal dengan beberapa aturan dan pembiasaan agar dapat berdamai dengan pandemi Covid-19 tetap dalam keadaan selamat, sehat dan ekonomi tetap menggeliat.

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 38/Kep. KDH/A/2020 tentang Jam Operasional dan Kegiatan Usaha dalam Masa Darurat Covid-19 telah mengatur bagaimana sektor usaha termasuk di dalamnya usaha angkringan dan PKL dapat berjalan dalam masa pandemi ini, dengan tetap memegang dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Depok melalui Seksi Perekonomian dan Pembangunan melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan pada usaha angkringan di Kecamatan Depok. Sasaran angkringan berada di tiga desa wilayah Kecamatan Depok, yaitu Desa Caturtunggal, Desa Condongcatur dan Desa Maguwoharjo. Kegiatan monev ini juga didukung oleh Seksi Keamanan dan Ketertiban Kecamatan Depok untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada pedagang angkringan agar mematuhi SK Bupati tersebut bahwa dalam aturan ada konsekuesi sanksi / hukuman bila melanggar.

Dari kegiatan monev tersebut diketahui bahwa sosialisasi, edukasi dan monitoring terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada usaha angkringan tetap perlu dilakukan.

“Kesadaran memakai masker dan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun / menyediakan hand sanitizer sudah dipahami oleh sebagian pelaku usaha angkringan”, ujar Isti Fajaroh, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan.

Namun, pada penerapan phisical distancing / pengaturan jarak konsumen belum terlihat.

“Pemberian tanda di tempat duduk untuk mengatur jarak konsumen dan pembeli, belum ada”, imbuhnya.

Lebih lanjut Isti menuturkan bahwa ketentuan jam operasional / buka usaha juga masih dilanggar oleh beberapa pelaku usaha angkringan.

Dengan kegiatan monev ini diharapkan pelaku usaha angkringan dapat teredukasi dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam menyambut era New-Normal agar perekonomian tetap menggeliat, tetap sehat dan selamat!

Please follow and like us:
About admin 805 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*