Tingkatkan Kompetensi Mengajar, Badko TKA/TPA Rayon Depok Gelar Pelatihan Mengajar Dengan Hati

Kemampuan mengajar ustadz/ustadzah Taman Kanak-Kanak Alquran (TKA) dan Taman Pendidikan Alquran (TPA) menjadi salah satu indikator kesuksesan dalam pembelajaran Alquran. Untuk itu perlu upaya meningkatkan pengetahuan dan kompetensi bagi para pengajar TPA agar para santri bisa menangkap materi dengan baik sehingga tercipta generasi Qurani yang berkarakter, islami, dan berwawasan global.

Namun, di tengah pandemi covid-19 ini diakui memang ada kendala dalam proses belajar mengajar. Jika sebelumnya kegiatan TPA dilaksanakna dengan tatap muka, namun kini harus menyesuaikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19. Ketika pembelajaran jarak jauh menjadi opsi yang harus dilakukan, nyatanya tidak semua TPA memiliki fasilitas memadai untuk mendukung pembelajaran secara daring.

Merespon hal tersebut, rata-rata kegiatan TPA tetap berjalan dengan metode tatap muka langsung. “Seperti yang disampaikan oleh Mendikbud bahwa jangan sampai ada lost generation karena terlalu lama pelajaran online. Ya mau tidak mau memang belajar Alquran bagi anak-anak tetap harus dengan tatap muka”, ujar Mujiono, Ketua Badan Koordinasi (BADKO) TKA/TPA Kabupaten Sleman saat memberikan sambutan kegiatan Pelatihan Taklim Lintas Unit dengan tema “Menjadi Pendidik, Mengajar Dengan Hati”.

Pelatihan tersebut diinisiasi oleh BADKO TKA/TPA Rayon Kapanewon Depok, Sabtu (10/4/2021) di Gedung Pertemuan Sasana Anglocita Tama Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 56 pengajar TPA di lingkup Kapanewon Depok. Acara ini dibuka oleh Anggota DPRD Kabupaten Sleman dari Fraksi Partai PKS Daerah Pemilihan Depok Berbah M. Agus Mas’udi.

Melalui sambutannya, Agus mendukung kegiatan ini, terlebih menjelang Bulan Ramadhan yang sudah dekat. Bulan yang sering disebut Bulan Alquran ini, tentunya akan banyak kegiatan ibadah, salah satunya mentadhaburi Alquran. Di sinilah peran para ustadz/ah sangat diperlukan untuk membentuk kepribadian anak yang berakhlak mulia.

“Saya berharap, dari pelatihan ini tercipta kreativitas, semangat belajar tiada henti, dan siap mengawal kegiatan BADKO”, ujar Agus.

Pihak BADKO menghadirkan motivator, dosen, sekaligus hypnotherapy Hasan Abdullah Alkaff. Bang Hasan, demikian akrab disapa, memulai pelatihan dengan ice breaking agar para peserta tertarik mengikuti pelatihan. Metode ini pula yang Dia harapkan dimiliki para ustadz TPA.

“Bapak ibu perlu belajar mencairkan suasana ketika memulai mengajar. Seperti pesawat terbang, dua hal  yang penting adalah ketika take off dan landing, saat memulai dan mengakhiri. Pembukaan yang baik, tentunya akan berkesan di hati para anak-anak TPA, ” ujar Bang Hasan yang sehari-hari juga berprofesi sebagai dosen tersebut.

Bang Hasan menyarankan agar para pengajar TPA memilih kata atau diksi yang positif. Sehingga perlu membiasakan bertutur kata yang baik. Kata-kata negatif harus dihindari. “Jangan katakan anak itu bodoh, tapi katakan ia belum mampu, sehingga auranya positif, ” ujarnya.

Motivator yang dikaruniai 6 anak tersebut, berbagi pengalaman ketika mengajar di kampus. Perlu ada strategi mengajar, karena beragam usia dan latar belakang. Demikian pula ketika mengajar TPA, perlu ada pembedaan agar sesuai dengan kemampuan dan usia anak. Diharapkan melalui pelatihan ini, para ustadz/ah bisa memperoleh ilmu dan perubahan tindakan agar proses belajar dengan hati bisa tercapai sehingga kegiatan TPA menjadi lebih menyenangkan.

Please follow and like us:
About admin 939 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*