Perkuat PPKM Mikro, Kapanewon Depok Sosialisasikan Strategi 3T

Penelurusan kontak erat kepada penyintas covid-19 merupakan tata laksana penanganan covid-19 yang selama ini dilakukan oleh tenaga kesehatan (nakes). Keterbatasan jumlah nakes di Puskesmas Depok 1,2 dan 3 dalam melakukan testing (pengetesan), tracing (penelusuran) dan treatment (pengobatan/penanganan) atau disebut 3T membuat proses tersebut terbatas. Merespon hal tersebut, Puskesmas yang ada di wilayah Kapanewon Depok menggagas pertemuan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kapanewon (Forkompimka), Kalurahan, Kader dan Tim Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 untuk memberikan pemahaman yang sama tentang penelurusan kontak erat.

Pertemuan yang dikemas dalam rapat teknis  Strategi Mekanisme Testing, Tracing, dan Treatment (3T) dalam Pengetatan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kapanewon Depok tersebut digelar di Gedung Pertemuan Sasana Anglocita Tama, Kamis, 18/02/2021 sekitar pukul 09.30.

“Berawal dari persiapan kunjungan Panglima TNI ke Posko Covid-19 di Kalurahan Maguwoharjo, ternyata banyak yang belum siap seperti pemahaman tim satgas, babinsa dan bhabinkamtibmas, pamong yang masih kurang. Selain itu data-data yang ditampilkan serta sarpras masih banyak yang perlu dibenahi, ” ujar Abu Bakar Panewu Depok saat memberikan sambutannya.

Abu menjelaskan bahwa pemahaman 3T ini masih kurang, untuk itu pihak Kapanewon Depok menyelenggarakan kegiatan ini meskipun dipersiapkan secara mendadak.

“Harapannya para kader, babinsa dan bhabinkamtibmas bisa membantu tim tracker-nya Puskesmas, ” imbuhnya.

Rapat teknis ini juga diisi dengan penyematan ban lengan Tracer Covid-19 secara simbolis oleh Panewu Depok kepada anggota Destana Condongcatur yang juga kader Tracer Suparman. Suparman sendiri sehari-hari menjabat sebagai Dukuh Sanggrahan.

Sementara itu dr. Vivin Ratri K.A.S dari Puskesmas Depok 1 yang menjadi narasumber dalam rapat teknis yang dikemas seperti Forum Discussion Group (FGD) tersebut menyampaikan materi seputar definisi kontak erat, 3T, peran kader, babinsa dan bhabinkamtibmas dalam proses 3T.

“Data konfirmasi positif yang masuk di puskesmas, kita tindaklanjuti dengan menelusuri siapa saja yang kontak erat dengan pasien konfirmasi. Siapa saja yang kontak erat 2 hari dengan terduga (suspek) covid19 yang tidak bergejala, itulah yang ditelusuri namanya, alamatnya, ada gejala tidak, kapan terakhir kontak dengan pasian positif,” jelasnya.

Lebih lanjut dr. Vivin menjelaskan tata laksana 3T bagi kontak erat dengan gejala, bahwa yang perlu ditelusuri adalah semua siapa saja yang kontak erat 2 hari sebelum pasien bergejala seperti sesak nafas, flu, meriang, dll.

“Namun tidak semua yang kontak dengan pasien bisa dikatakan kontak erat, mereka yang berinteraksi tidak memakai masker, durasi bertemu lebih dari 15 menit, di ruang tertutup, jarak kurang dari 1 m, serta ada kontak fisik dengan pasien, atau pernah dikunjungi dan berkunjung ke pasien, itulah yang perlu dilakukan 3T, ” imbuhnya.

 

Please follow and like us:
About admin 953 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*