Pagu Usulan Masyarakat Sebesar Rp 3,3 M diusulkan Kapanewon Depok dalam Musrenbang

Mekanisme Perencanaan Pembangunan selain diusulkan dari level pimpinan/atas (top down), juga memfasilitasi usulan dari masyarakat / bawah (bottom up). Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kapanewon Depok kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dari hasil Musrenbang tingkat Padukuhan, Kalurahan, dan beberapa kali Pra-Musrenbang. Sesuai dengan panduan, ada 7 Prioritas Perencanaan Pembangunan yang diusulkan untuk tahun 2022 melalui Pagu Usulan Partisipasi Masyarakat (PUPM).

“Ketujuh prioritas tersebut adalah di bidang Kesejahteraan Masyarakat, Kesehatan, Pendidikan, Pelayanan Publik, Infrastruktur, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup, “ papar Abu Bakar saat menyampaikan paparannya di hadapan anggota DPRD Sleman, Bappeda Sleman, Perangkat Daerah terkait, Forkompimka, Kalurahan, UPT dan Mitra kerja Kapanewon, Lembaga Kalurahan, serta kelompok masyarakat yang hadir.

Dari ketujuh prioritas tersebut, ada 1 yang tidak diusulkan dari masyarakat yaitu di bidang kebudayaan. Pasalnya seluruh kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya akan difasilitasi dari dana keistimewaan. Sehingga masyarakat dan kalurahan mengalokasikan ke 6 prioritas lainnya. Adapun tema Musrenbang tahun ini adalah Mempercepat Kebangkitan Ekonomi dan Pemulihan Kondisi Sosial Masyarakat Sleman.

Lebih lanjut Abu menyampaikan bahwa besaran PUPM 2022 di Kapanewon Depok mencapai Rp 3.367.043.711,43 dengan rincian Usulan Fisik dan Non Fisik sekitar Rp 3.307.043.711,43 dan sekitar Rp 60.000.000,00 untuk pagu khusus sub variable inovasi.

“Keenam prioritas tersebut paling banyak untuk program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat yakni sekitar 38,4% atau sekitar Rp 1.294.985.772,00. Presentase terbesar kedua yaitu untuk program lingkungan hidup yang mencapai 32,77% atau sekitar 1.103.500.000,00, “ imbuhnya.

Kapanewon Depok menggelar Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Usulan Tahun 2022. Jalannya musrenbang dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid19 tersebut digelar di Pendopo Kapanewon Depok, Rabu (27/01/2021) sekitar pukul 09.00. Acara diawali dengan pembukaan, diikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa oleh Kepala KUA Kapanewon Depok Muh Wiyono.

Acara dilanjutkan dengan  laporan kegiatan penyelenggaraan Musrenbang 2021 oleh Wakhid Basroni selaku Panewu Anom. Wakhid menyampaikan bahwa jalannya musrenbang ini sudah melewati tahapan-tahapan sesuai yang ditentukan mulai dari Musrenbangduk, Musrenbangkal dan Musrenbang Kapanewon.

“Sebelumnya sudah ada 2 kali Pra Musrenbang yang digelar di Kapanewon Depok,” jelasnya. Lebih lanjut beliau juga terus mengingatkan untuk tetap menerapkan PHBS dan 5M untuk memutus rantai penyebaran covid19.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman, Dona Saputra Ginting menyampaikan bahwa ada perubahan sistem dan mekanisme di dalam perencanaan di tahun 2021 ini. “Mendagri mengeluarkan kebijakan terbaru melalui sistem informasi pemerintahan daerah atau SIPD yang wajib digunakan oleh seluruh pemda,” tuturnya.

Lebih lanjut Dona menyampaikan bahwa kita dituntut untuk menerapkan sistem tersebut mulai dari keuangan, pembangunan, dan perencanaan.

Sementara itu Budi Sanyata menyampaikan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Sleman bersama 2 anggota DPRD lainnya yang ikut hadir dalam Musrenbang tahun ini. “Dari prioritas-prioritas tersebut, kami mendapatkan alokasi sekitar 10% dari PAD Sleman. Sementara untuk PUPM sekitar 5% dari PAD”, jelasnya.

Untuk itu pihaknya berharap ada sinkronisasi usulan baik dari jalur Musrenbang maupun Pokir. Sinergitas yang terjalin dengan baik ini tentunya pada muaranya akan kembali kepada kesejahteraan masyarakat karena sasaran pembangunan adalah untuk masyarakat di wilayah Kapanewon Depok.

“Beberapa layanan kepada masyarakat yang dihapus seperti Jaring Pengaman Sosial (JPS), perlu dipikirkan kembali. Jangan sampai program yang bermanfaat bagi masyarakat harus terhenti dan terkendala aturan,” imbuhnya.

Usai penyampaian paparan, Dinas terkait diberi kesempatan untuk menanggapi usulan-usulan dari hasil Musrenbang Kapanewon Depok. Rata-rata Dinas memberikan apresiasi, kesanggupan mengawal usulan, serta memberikan informasi terkini terkait kebijakan program dan kegiatan yang diampu. Dinas tersebut antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Dinas PUPKP, Dinas Pendidikan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindag, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, dll.

Masyarakat yang hadir di dalam forum tersebut juga diberikan kesempatan untuk menanggapi usulan-usulan yang sudah dipaparkan. Mereka berasal dari tokoh masyarakat, kelompok masyarakat calon penerima manfaat program dan kegiatan. Harapannya hasil dari musyawarah ini dapat memfasilitasi kepentingan masyarakat di wilayah Kapanewon Depok. (AA)

Please follow and like us:
About admin 909 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*