Saluran Limbah Terpadu Akan Dibangun di Caturtungal

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana membangun Saluran Pembuangan Air Limbah Domestik Terpadu (SPAL DT) di wilayah Padukuhan Nologaten, Desa Caturtunggal. Hal tersebut disampaikan dalam rapat  Sosialisasi Rencana Pembangunan IPAL Kawasan di Wilayah Padukuhan Nologaten Desa Caturtunggal Kecamatan Depok Tahun 2020, di Balai Desa Caturtunggal Depok Sleman, Selasa (10/9) sekitar pukul 19.00.

Isti Fajaroh, Kepala Seksi Perkonomian Pembangunan yang hadir dalam acara sosialisasi tersebut menuturkan bahwa pembangunan SPAL DT tersebut direncanakan di kawasan Jembatan Tembus Papringan Nologaten (Jatempanol), sisi timur Kali Gajah Wong.

“Pembangunan di fokuskan di sisi timur Kali Gajah Wong karena di sisi barat sudah ada Instalasi Pembuangan Air Limbah Komunal dan sudah terkoneksi dengan IPAL Sewon”, tutur Isti saat menyampaikan hasil sosialisasi di apel pagi hari Rabu (11/9) sekitar pukul 07.30.

Sementara itu sasaran dari pembangunan ini adalah limbah domestik yaitu rumah tangga dan kawasan pemukiman. Ditargetkan sekitar 3000 KK dapat terhubung ke SPAL DT ini. “Target awal adalah 300 KK, secara bertahap akan bertambah mengikuti tahapan pembangunan, hingga tahun 2023”, tambah Isti.

Sistem air limbah skala permukiman sendiri didefinisikan sebagai sebuah sistem pelayanan sanitasi yang melayani sekelompok rumah tangga, memiliki jaringan pipa, dan unit pengolahan air limbah. Dalam pengelolaannya biasanya melibatkan masyarakat, mulai perencanaan, pelaksanaan, dan operasi pemeliharaan. Mengacu kepada definisi ini, sistem sanitasi yang dibangun pemerintah seperti SANIMAS masuk kedalam kelompok sistem air limbah skala permukiman.

Sistem ini pada praktik di lapangan lebih dikenal dengan istilah sanitasi komunal. Penggunaan istilah sanitasi komunal akan selalu disertai skala permukiman apabila dimaksudkan untuk sistem seperti SANIMAS. Hal ini untuk menghindari kebingungan, karena pada Rapermen PU (yang sedang dikembangkan) sanitasi komunal ditujukan pada sanitasi bersama dengan jumlah pengguna 2-10 rumah tangga, atau yang selama ini dikenal tangki septik bersama (shared septic tank).

Referensi : BUKU 3 SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK – TERPUSAT SKALA PERMUKIMAN

 

Please follow and like us:

Recommended For You

About the Author: admin

Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*