Kerja Bakti & Kampanye Pengelolaan Sampah Mandiri (2)

Kampanye dan Kerja Bakti

Kecamatan Depok sebagai bagian dari Kabupaten Sleman merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak dan terpadat se-Sleman. Terletak berbatasan dengan Kota Yogyakarta menjadikan Kecamatan Depok sebagai daerah perkotaan dan dekat dengan kampus – kampus. Akibatnya, intensitas sampah hasil dari sisa – sisa hasil kegiatan, transaksi ekonomi, industri rumah tangga, rumah pondokan, dsb semakin banyak. Dari dampak banyaknya sampah – sampah tersebut, tak sedikit warga yang membuang sampah sembarangan di sepanjang aliran sungai.

Tak ketinggalan, Selokan Mataram yang melewati wilayah Kecamatan Depok mendapat efek dari masalah pembuangan sampah yang sembarangan oleh warga sekitar maupun warga yang melintas di sekitar Selokan Mataram.

Untuk itulah pengolahan sampah sangat diperlukan untuk mengurangi akibat yang ditimbulkan jika sampah dibuang di sepanjang aliran Selokan Mataram. Maka, Pemerintah Kecamatan Depok menggelar Kampanye Pengelolaan Sampah Mandiri bersama Bupati Sleman, Drs. Sri Purnomo, M.Si. Kegiatan kampanye ini dikoordinatori oleh Kepala Seksi Perekonomian Pembangunan, Ibu Artoni Suwasti, S.H. menggandeng Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas PU, Pemerintah Desa Caturtunggal, Koloni sampah di Kecamatan Depok, jejaring pengelola sampah Kabuapten Sleman, komunitas Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) perguruan tinggi seperti UIN, UGM, UNY, Universitas Atma Jaya, AMPTA, dll, warga Padukuhan Kocoran, Karanggayam dan Santren, Polsek Bulaksumur, Koramil, Linmas dan lain – lain, pada hari Minggu, 6 Januari 2013 menggelar kampanye pengelolaan sampah mandiri di sepanjang alliran Selokan Mataram mulai perempatan Jl. Kaliurang MM UGM sampai dengan Jl. Affandi.

Selain dihadiri Bupati Sleman dan jajarannya di Pemerintah Kabupaten Sleman, kampanye ini juga melibatkan warga sekitar Selokan Mataram di 3 Padukuhan dan Anggota PKK Desa Caturtungal,. Dalam kampanyenya, Camat Depok Drs. Krido Suprayitno , S.E., M.Si. bersama – sama warga dan komunitas membersihkan sampah daerah sekitar Selokan. Sampah yang terkumpul dimasukkan dalam karung yang telah dipilah – pilah sesuai pengelompokkan sempah, seperti sampah kertas, daun dan organic, sampah plastik dan anorganik. Sampah organik berupa dedaunan diangkut truk dari Dinas PU untuk dijadikan kompos. Sedangkan sampah anorganik yang bisa diolah lagi, dipilah lagi agar bisa memberikan nilai guna. Camat Depok juga mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan termasuk di daerah aliran Selokan Mataram.

Dengan prinsip Reuse, Recycle dan Reduce, pengelolaan sampah mandiri yang dikelola warga diharapkan bisa mengurangi dampak sampah dan sampah yang dikelola dengan mendaur ulang, juga bisa menambah nilai ekonomi. Sementara itu, Bupati Sleman yang juga didampingi rombongan turut serta dalam mengambil sampah, merapikan tanaman, memangkas ranting, sembari memberikan kampanye  untuk menjaga lingkungan. Dengan membawa sabit, beliau juga memuji dan mengapresiasi inisiatif warga sekitar yang memanfaatkan lahan di pinggir Selokan Mataram yang ditanami sayur – sayuran. Meskipun sepanjang daerah itu sudah ditanami tanaman hias guna mempercantik selokan dan menghilangkan kesan kumuh, namun akan lebih berguna lagi jika ditanami sayur – sayuran sehingga bisa dimanfaatkan.

Selanjutnya, Bupati Sleman berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Harus berkelanjutan dan periodik untuk mewujudkan Selokan Mataram yang bersih dari sampah di masa yang akan datang. Selain itu, dengan adanya kegiatan dengan mengambil konsep kerja bakti ini sekaligus mengedukasi warga agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan sampah agar diolah dengan prinsip 3R di atas. (and)

Please follow and like us:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*