Dukung Program Si Wolly Nyaman, Puskesmas Identifikasi Orang Tua Asuh

Implementasi Program Pengendalian DBD “Si Wolly Nyaman” di zona 1 Kapanewon Depok masuki tahapan identifikasi calon orang tua asuh yang akan menjaga keamanan dan keberadaan ember berisi telur nyamuk ber-wolbachia. Untuk mendukung tahapan tersebut, Puskesmas Depok 3 menggelar rapat koordinasi di Aula Puskesmas Depok 3, Selasa, 6/4/2021.

Hadir dalam rakor tersebut koordinator program di tingkat Puskesmas Depok 3, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, dan Tim World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta. Rakor dipimpin langsung Kepala Puskesmas Depok 3, Kristi Rutyadi. Rakor digelar dalam rangka pembaharauan informasi dan menangkap permasalahan yang ada di lapangan.

“Kami mengapresiasi kinerja Person In Charge (PIC) atau koordinator program di level Puskesmas, Kalurahan, Kapanewon maupun tim teknis lapangan dari WMP Yogyakarta, harapannya para kader yang akan direkrut bisa berpartisipasi dan mendukung jalannya program ini, ” tutur Kristi Rutyadi.

Selanjutnya tim dari WMP Yogyakarta menyampaikan informasi terkini perihal implementasi program ini. Krisna Satya dari WMP Yogyakarta menuturkan bahwa saat ini proses sosialisasi masih berjalan hingga level padukuhan, bahkan tingkat RT.

“Sementara itu, untuk Puskesmas Depok 1 sudah mulai mengidentifikasi calon orang tua asuh, hanya kurang 4 padukuhan dari 20 padukuhan yang ada di wilayah Kalurahan Maguwoharjo, ” jelas Krisna.

Terkait kompensasi kepada kader, nantinya para kader  per titik atau per ember akan mendapatkan kompensasi Rp 2.000,00 yang akan disampaikan per 2 minggu. “Jadi ada sekitar 12 kali pemberian kompensasi, untuk itu kami mohon bantuannya kepada Puskesmas Depok 3 untuk mendistribusikannya. Ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para kader, ” tambahnya.

Maya, dari WMP Yogyakarta menambahkan bahwa pemetaan calon orang tua asuh di wilayah Kalurahan Caturtunggal sudah selesai.

“Padukuhan terbanyak yang akan direkrut orang tua asuh adalah Papringan, Tambakbayan, Mrican, dan Karangmalang. Sementara untuk yang paling sedikit dari Karangwuni, ” jelas Maya.

Maya menambahkan bahwa kemungkinan bisa sedikit berubah tergantung nanti lokasi di lapangan. Mengingat jarak antar ember 1 dengan yang lainnya 50-75 meter, bisa menyesuaikan. Sehingga jumlah ember kemungkinan bisa naik dan turun.

Arditya Sejati selaku PIC Puskesmas Depok 3 pun menyampaikan perkembangan terkini seputar kader yang nantinya akan bertugas di lapangan menarik ember dan mengganti ember dengan telur nyamuk ber-wolbachia yang baru.

“Ada beberapa padukuhan dengan jumlah penduduk dan keluasannya mengharuskan tidak hanya didukung 1 orang, tapi bisa 2 dan 3. Seperti di Padukuhan Seturan, terdapat 2 orang calon kader yang akan mengampu di Seturan dan Puluhdadi, ” jelas Arditya.

Menurutnya, permasalahan yang mulai muncul antara lain beban tugas dan komitmen dari kader. Ada yang siap menjalankan tugas, tapi ada juga yang mau kompensasinya saja tetapi tidak mau tugasnya. “Untuk itu kami sudah mengantisipasi dengan kader cadangan, karena biasanya di setiap padukuhan tidak hanya ada 1 kader”.

Eka dari WMP Yogyakarta pun menyampaikan perkembangan terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang belum tersentuh sosialisasi program Si Wolly Nyaman. Eka menuturkan bahwa pihak Kapanewon Depok sudah membuat surat edaran tentang pemberitahuan program dan permohonan bantuan partisipasinya apabila di salah 1 fasum menjadi titik penempatan ember seperti di kampus UGM, UNY, Sadar, dan lainnya.

“Pengalaman kami di Lanud Adi Sutjipto, prinsipnya mendukung, namun perlu ada surat dari Dinkes Sleman untuk memperkuat, ” jelas Eka.

Merespon hal tersebut, Irma selaku PIC Kalurahan Caturtuggal juga sependapat bahwa Dinkes harusnya menyurati ke instansi-instansi besar, vertikal dan fasum. “Terlebih di wilayah kami, Caturtunggal, ada beberapa Dukuh yang tidak mau jika tidak ada surat resminya, ” tutur Irma.

 

 

Please follow and like us:
About admin 931 Articles
Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*