3 Padukuhan Ikuti Evaluasi Gotong Royong

Memperingati hari ulang tahun ke-74 Republik Indonesia, Kecamatan Depok mengadakan serangkaian acara. Seksi Perekonomian Pembangunan yang menjadi pemimpin sektor kegiatan menyelenggarakan Evaluasi Gotong Royong di 3 Desa. Masing-masing Desa mengirimkan 1 perwakilan padukuhan untuk dinilai. Penilaian evaluasi dilaksanakan Kamis (8/8) mulai pukul 07.30.

Di jam pertama, Padukuhan Sambilegi Kidul Desa Maguwoharjo mendapat giliran pertama. Rombongan Tim Evaluasi Gotong Royong Kecamatan Depok dipimpin langsung oleh Abu Bakar. Sebanyak 9 orang tim disambut tokoh masyarakat dan Dukuh Sambilegi Kidul Febri Supriyanto di Omah Kampung, Sambilegi Kidul.

Keunikan di sini, Pak Dukuh beserta Pak RT RW dan kelembagaannya mengenakan pakaian Jawa dengan kain lurik. Diterima di Omah Kampung, sebuah warung yang berarsitektur Joglo menambah kesan yang hangat. Usai diterima oleh Ketua RW setempat, tim langsung menilai titik sampel di RW 57 Sambilegi Kidul dengan dipandu oleh tokoh setempat. Tak ketinggalan kelompok Panahan Tradisional/Jemparingan menyambut tim di tengah-tengah perjalanan. Beberapa tim juri mendapatkan kesempatan memainkan panah dan memanah ke titik sasaran.

Tim juga diajak melihat embrio kelompok ternak kelinci yang baru saja berdiri. Camat Depok diminta memberikan nama untuk kelompok tersebut. Selepas keliling RW melihat kebersihan jalan, drainase, fasilitas umum, pengelolaan sampah dan partisipasi masyarakatnya, Abu Bakar pun menyampaikan evaluasinya. Dalam evaluasinya, Abu menyampaikan bahwa sebaran tanaman penghijauan sudah cukup bagus. ” Terlebih lahan di RW 57 ini masih cukup luas. Monggo bisa dimaksimalkan lagi”, paparnya. Dalam kesempatan itu pula, Camat Depok memberikan nama kelompok ternak RW 57 yang merupakan program bantuan dari Pemdes Maguwoharjo dalam rangka mendukung ekonomi warga. Nama “Sido Maju” akhirnya diberikan oleh Abu Bakar. Maju sendiri merupakan singkatan dari Lima Tujuh, yang tak lain adalah RW 57 Sambilegi Kidul.

Selepas menilai RW 57 di Padukuhan Sambilegi Kidul, rombongan tim melanjutkan ke Padukuhan Papringan, Caturtunggal. Disambut oleh Ketua RT, Dukuh dan Komunitas Peduli Gajah Wong, tim langsung diajak keliling RW sekaligus mengevaluasi. Lokasi pertama tinjau lokasi adalah Intalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas) yang berada dipinggir bantaran Kali Gajah Wong. IPAL Sanimas ini pernah meraih peringkat Juara Harapan II dalam Lomba IPAL yang digelar oleh Pemkab Sleman tahun 2018 lalu.

Kemudian, tim diajak keliling RW menyusuri gang-gang di wilayah sampel. RW yang diliwati ini merupakan daerah yang mendapatkan sentuhan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian PUPR. Keramik batu menghiasi gang-gang dan jalan-jalan dengan cat warna warni. Bendera merah putih pun turut menyemarakkan kawasan padat penduduk. Tim nampak asyik menaiki dan menuruni gang dan jalanan karena di RW tersebut kondisi geografisnya naik turun.

Di rumah Ketua RT 15, tim mengakhiri evaluasi. Kepala Desa Caturtunggal yang turut hadir beserta Perangkat Desa dan Dukuh ikut mendampingi warga dan tim juri. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Caturtungal Agus Santoso berharap bisa meraih yang terbaik dalam evaluasi kali ini. “Meskipun di Papringan ini penduduknya paling padat, namun semangat warga kami dalam menyemarakkan HUT Ke-74 RI ini tak kalah dengan padukuhan lainnya”, ujar Agus.

Lebih lanjut Agus menyampaikan bahwa kedatangan para Kasi dan Kaur beserta Dukuh se-Caturtunggal ini adalah bentuk dukungan dan komitmen kekompakkan yang ada di Desa Caturtunggal. Dalam kesempatan tersebut, Kades menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Padukuhan Papringan guna mendukung lomba kali ini. Dirasa cukup, Camat Depok pun kembali menyampaikan evaluasinya di hadapan masyarakat Papringan sekaligus pamitan untuk melanjutkan ke Karangasem, Padukuhan Gempol Desa Condongcatur.

 

Please follow and like us:

Recommended For You

About the Author: admin

Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*