Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 471.13/1826/SJ Tertanggal 11 April 2013 tentang Pemanfaatan E-KTP dengan menggunakan Card Reader. Dalam surat edaran tersebut terdapat himbauan untuk menjaga dan merawat dari segi fisik karena di dalam E-KTP terdapat chip yang memuat data biodata, rekaman sidik jari, iris mata, tanda tangan dan foto warga. Diantaranya adalah bahwa E-KTP tidak boleh difotokopi berulang - ulang, di stapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik E-KTP. Untuk lebih detail bisa dilihat di sini . Nah bagaimana solusinya jika ingin memperbanyak E-KTP? Padahal untuk sementara ini E-KTP belum berfungsi secara optimal, yakni instansi - instansi masih menyaratkan fotokopi E-KTP dan belum tersedianya card reader untuk membaca E-KTP. Solusinya antara lain : 1. Anda fotokopi 1 x saja, bila ingin memperbanyak tinggal memf0tokopi fotokopian pertama kali tadi. Jadi fotokopian difotokopi lagi. 2. Anda bisa men-scan E-KTP anda, sehingga kita bisa punya file softcopy nya. Jika ingin menyetak / memperbanyak anda bisa mencetaknya dengan kualitas hasil kopian yang tetap bagus seperti ketika difotokopi pertama kali.

PKK Kecamatan Depok Menyabet Juara II dalam Lomba Cipta Menu

Dalam rangka menciptakan varian menu yang Beragam Bergizi Seimbang dan Aman ( B2SA), Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman menyelenggarakan Lomba Cipta Menu (LCM) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Rabu (29/5) lalu.  Tujuan diselenggarakan lomba ini adalah Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Selain itu, dengan kompetisi ini diharapakan mampu mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dan ibu rumah tangga dalam memilih, menentukan, menyusun dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal dengan pangan sumber karbohidrat selain beras dan terigu.  Denang keanekaragaman menu, tentunya tubuh mendapatkan nutrisi yang bervariasi juga.

Selama ini pekarangan belum termanfaatkan untuk tanaman pangan. Nah untuk membangun budaya keluarga dan masyarakat agar mengkonsumsi aneka menu makanan khas daerah sesuai prinsip B2SA antara lain melalui pemanfaatan hasil pekarangan.  Sehingga dapat mengangkat citra makanan khas daerah agar dapat digemari dan mampu bersaing dengan makanan moderen. Ada[im tema LCM B2SA kali tahun 2013  Kabupaten Sleman yaitu “ Panganku Beragam Bergizi Seimbang dan Aman berbasis makanan Khas Daerah “

Keberagaman menu yang bervariasi dan lain dari pada yang lain diapresiasi oleh Kabupaten, dalam hal ini TP PKK Kabupaten dan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan. Diharapkan hasil kreativitas ibu – ibu dalam mengolah makanan bisa disebarluaskan ke ibu – ibu yang lain dan bisa jadi pelopor untuk menggerakan dan memberdayakan masyarakat di sekitar rumahnya masing – masing.

Diikuti oleh 17 Tim Penggerak Kecamatan se-Sleman termasuk Tim Penggerak PKK Kecamatan Depok. Tim Juri Berasal dari TP PKK Kabupaten SlemanDalam lomba kali ini, kafilah Kecamatan Depok diwakili oleh ibu – ibu dari Padukuhan Dabag, Condongcatur. Tak sia – siap, pengorbanan penggerak PKK ini berhasil menjadi Juara II dengan nilai total 2970 dan berada pada  1 peringkat di bawah TP PKK Kecamatan Prambanan yang menempati posisi Jawara dengan perolehan nilai total 3005. Nantinya juara I berhak mewakili Kabupaten Sleman di Tingkat Provinsi pada 2014 mendatang, sedangkan Juara II menjadi cadangan (/and).

Sumber : slemankab.go.id , TP PKK Kecamatan Depok.

Tags: ,
Di publikasikan pada No Comments

Tanggapan atau Komentar anda?

*

Copyright Pemerintah Kecamatan Depok Kabupaten Sleman © 2016 All Rights Reserved
Isi situs bersifat informatif bukan merupakan legal opinion dari Kecamatan Depok.
Apabila terdapat data elektronik based yang berbeda dengan data resmi paper, maka yang menjadi acuan adalah data resmi paper based.
Total Reads:190110|Total Visitor:109219|User Online:1